Home Buleleng Round Up Normalisasi Tukad Buleleng, Terganjal Kewenangan

Normalisasi Tukad Buleleng, Terganjal Kewenangan

19
0
SHARE

Singaraja, Permasalahan sampah di Tukad Buleleng telah dilakukan penanganan pembersihan yang dilakukan warga serta beberapa SKPD di Lingkup Pemkab Buleleng. Namun untuk upaya normalisasi Tukad Buleleng masih belum bisa dilakukan sebab menjadi kewenangan dari Balai Wilayah Sungai BWS.

Kondisi Tukad Buleleng pada bagian selatan jembatan memang cukup memprihatinkan. Sampah-sampah menumpuk hingga mengendap di dasar sungai. Upaya pembersihan telah dilakukan warga sekitar yang bermukim di bantaran Tukad Buleleng bersama dengan dinas terkait. Namun hal itu tak cukup untuk membersihkan tukad atau sungai tersebut dari sampah. Terlebih lagi, upaya normalisasi untuk mengembalikan sungai sebagaimana fungsinya terganjal kewenangan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.

Hal tersebut diakui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng Dewa Ketut Armika, di ruang kerjanya Rabu (09/10). Diungkapkan, kondisi Tukad Buleleng pada bagian selatan jembatan penuh dengan sampah. Namun upaya normalisasi belum bisa dilakukan pemerintah daerah karena masih terganjal kewenangan dari BWS. Akan tetapi sembari menunggu keputusan dari BWS, pemerintah daerah berupaya melakukan pembersihan terhadap sampah-sampah yang berserakan di wilayah bantaran Tukad Buleleng yang melintasi Kampung Kajanan.

Dewa Ketut Armika menegaskan, pada tahun 2020 Tukad Buleleng dengan kondisi yang cukup parah belum dipastikan akan bisa ternormalisasi. Sebab untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan waktu yang cukup lama serta anggaran yang tidak sedikit agar sungai tersebut bersih dan bebas dari sampah maupun limbah buangan lainnya. “Nanti kita bersurat ke BWS, karena ini membutuhkan anggaran yang cukup besar, mungkin akan sharing dengan BWS berapa yang bisa dianggarkan oleh APBD dan yang mana pemerintah provinsi,”ungkapnya.(dyn/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.