Home Buleleng Round Up Nggak Tahu Prosedur Pasutri Miskin Terpaksa Tanggung Beban Pasien Umum

Nggak Tahu Prosedur Pasutri Miskin Terpaksa Tanggung Beban Pasien Umum

26
0
SHARE

Kendran, Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin ungkapan itu cocok untuk menggambarkan suasana hati pasangan suami istri Kadek Budiasa dan Kadek Ayu Sudarmi, warga desa Alasangker di Kecamatan Buleleng.

Pantauan reporter radio Guntur Senin (08/01/2018)  di ruang Intensif care unit, ICU RSUD Buleleng tampak pasutri ini termenung meratapi nasib anakanya yang tengah tergolek menahan sakit yang dideritanya. Dari diagnose awal Kadek Gosita Dharmaputra, bocah berusia 4,5 tahun mengalami infeksi parui-paru.

Made Sudarmi selaku ibu bayi menuturkan gejala awal yang diderita anaknya diawali panas demam yang tak kunjung sembuh. Saat dirujuk ke rumahsakit Budiasa yang hanya seorang buruh toko merasa yakin biaya pengobatan akan diringankan mengingat dirinya telah mengantongi Kartu JKN KIS yang disubsidi pemerintah. Namun ayah 29 tahun ini tidak pernah tahu jika yang ditanggung hanyalah dirinya seorang, tidak termasuk anak dan istrinya. Untuk meringankan beban biaya yang ditanggungnya ayah dua orang anak ini mencoba mengurus BPJS. Dituturkan bahwa di kantor BPJS diirnya diminta mengisi blangko dan tandatangan. Setelah membayar BPJS mandiri dirinya baru terkejut bahwa aktifasi BPJS mandiri dengan tenggang 14 hari kedepan. Oleh karenanya kini pasutri ini masih terdaftar sebagai pasien umum dengan tanggungan rata-rata perhari sebesar satu juta rupiah lebih.

Tak kehabisan akal, Kadek Budiasa akhirnya meminta bantuan kepada Kadus Alasangker. Tujuannya agar ia dibantu mengurus Kartu KIS Mandiri. Namun apa daya, pengurusan KIS Mandiri mandeg lantaran pihaknya sudah mendaftar ke BPJS Kesehatan.

Sementara itu Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara membenarkan pihak RSUD Buleleng menerima pasien atas nama Kadek Gosita dan terdaftar sebagai pasien umum. Yang bersangkutan masuk tanggal 4 Januari dan biaya yang tercantum dalam tagihan hingga 8 Januari mencapai hampir 9 juta rupiah.(Wir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.