Home Buleleng Round Up Museum Sunda Kecil Bukti Sejarah Kota Singaraja Sebagai Pusat Pemerintahan

Museum Sunda Kecil Bukti Sejarah Kota Singaraja Sebagai Pusat Pemerintahan

122
0
SHARE

Kampung Bugis, Museum Sunda Kecil yang dirintis secara bertahap dengan memanfaatkan salah satu bangunan peninggalan belanda di Eks Pelabuhan Buleleng membuktikan perjalanan sejarah nasional, Kota Singaraja sebagai pusat pemerintahan.

Pasca kemerdekaan RI tahun 1945, Kota Singaraja menjadi Ibu Kota Sunda Kecil yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sehingga Singaraja pada era itu tercatat sebagai Pusat Pemerintahan dengan Gubernur Sunda Kecil Mister I Gusti Ketut Pudja. Hal itu diungkapkan Sejarahwan yang sekaligus Akademisi Undiksha Singaraja I Made Pageh, Selasa siang disela-sela Soft Opening Museum Sunda Kecil.

Pageh yang juga Dosen Sejarah di Undiksha Singaraja mengatakan, keberadaan Museum Sunda Kecil di eks Pelabuhan Buleleng itu akan memberikan informasi kepada masyarakat dan mengingatkan Kota Singaraja menjadi sebuah pusat pemerintahan.

Made Pageh menegaskan, Museum Sunda Kecil memiliki keterkaitan erat dengan Pahlawan Nasional Mister I Gusti Ketut Pudja salah satu putra Buleleng yang telah menanamkan semangat multikultur kebangsaan.

Hal senada diungkapkan Putu Gede Parma yang mengaku keberadaan Museum Sunda Kecil sebagai satu kebanggaan masyarakat di Buleleng termasuk nantinya menjadi tonggak untuk membangkitkan semangat nasionalisme, bahkan diusulkan keberadaan museum itu juga nantinya mampu dikemas secara unik. “Kami sebagai cucu veteran pejuang merasa bangga dan terhormat karena leluhur kami dihargai”, ucapnya.

Selain mengingatkan sejarah Kota Singaraja sebagai pusat Pemerintahan, keberadaan Museum Sunda Kecil itu juga untuk menghormati jasa pahlawan Mr I Gusti Ketut Pudja, yang merupakan pahlawan nasional. Museum Sunda Kecil akan dirancang sebagai museum tematik. Yang menghadirkan sejumlah barang peninggalan mantan Gubernur Sunda Kecil dan akan mengisahkan sejarah keberadaan eks Pelabuhan Buleleng sejak abad ke-18, mulai saat menjadi pusat perdagangan hingga zaman penjajahan dan perang zaman Belanda.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.