Home Buleleng Round Up Mengalami Serangan Jantung, Warga Desa Les Meninggal Di Pinggir Jalan Bungkulan

Mengalami Serangan Jantung, Warga Desa Les Meninggal Di Pinggir Jalan Bungkulan

91
0
SHARE

Sawan, Berawal dari rasa lemas dan pusing, seorang warga Desa Les Kecamatan Tejakula akhirnya meninggal dunia di pinggir jalan Desa Bungkulan Kecamatan Sawan, diduga korban mengalami serangan jantung.

Upaya penanganan yang dilakukan sejumlah warga bersama Polsek Sawan untuk menyelamatkan Wayan Landra (53) warga Dusun Tegallingah Desa Les yang mengalami lemas akibat serangan jantung tidak membuahkan hasil, Landra akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di sebuah depan rumah di pinggir jalan Dusun Dauh Munduk, Desa Bungkulan Kecamatan Sawan.

Kapolsek Sawan, AKP Ketut Wisnaya, Selasa siang mengatakan, secara tiba-tiba korban Wayan Landra yang dibonceng Gede Sudarsana (46) yang juga warga Desa Les merasakan lemas dan pusing hingga kemudian menepi di pinggir jalan, namun tiba-tiba korban terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Kapolsek Sawan Wisnaya mengatakan, setelah saksi  Sudarsana bersama adik korban Ketut Sunantra (47) datang dari Desa Les, Wayan Landra telah menghembuskan nafas terakhirnya sehingga musibah itu dilaporkan ke Mapolsek Sawan dan dilakukan penanganan di lokasi kejadian. “Setelah dilakukan introgasi kepada pihak keluarga, pihak keluarga menyatakan bahwa yang bersangkutan sering mengeluh sakit kepala ada dugaan itu disebabkan karena serangan jantung. Selanjutnya kami masih melakukan upaya-upaya penyelidikan dari peristiwa tersebut”,ungkapnya.

Kematian korban secara mendadak juga diterima secara iklas pihak keluarga yang dipastikan korban mengalami serangan jantung karena sering mengeluhkan rasa sakit pada kepala termasuk tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, bahkan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, namun demikian Polsek Sawan masih terus mengembangkan kasus tersebut.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.