Home Buleleng Round Up Masa Pandemi, Guru Piduka Warnai Piodalan Kahyangan Tiga Desa Adat Buleleng

Masa Pandemi, Guru Piduka Warnai Piodalan Kahyangan Tiga Desa Adat Buleleng

69
0
SHARE
Foto: Kelian Desa Adat Buleleng melaksanakan pujawali Sugihan Bali pura segara desa adat buleleng Jumat (11/09).

Kampung Baru, Untuk menghindari potensi penyebaran Covid-19 melalui jalur Pujawali , desa adat Buleleng melaksanakan guru piduka pada kahyangan tiga,

Pemandangan berbeda terlihat pada pura segara desa adat buleleng yang melaksanakan pujawali Sugihan Bali Jumat (11/09). Sebagaimana protap kesehatan setiap pemedek diwajibkan mencuci tangan dengan air mengalir yang telah disediakan wastafel dan menjaga jarak serta wajib memakai masker.

Para pemedek yang hadir diwakili oleh prajuru dsa adat Buleleng. Pujawali diwarnai dengan mengaturkan guru piduka. Persembahyangan dipuput pemangku dari Kahyangan Tiga desa adat Buleleng meliputi pemangku pura Segara, Desa dan pemangku Pura Dalem disaksikan perwakilan Tri Datu dan prajuru desa adat.

Kelian desa adat Buleleng Nyoman Sutrisna menjelaskan pujawali yang diwarnai dengan menghaturkan guru piduka merupakan salah satu upaya untuk menghindarkan karma dari potensi penularan gering agung covid-19. Sebagaimana diatur pada perarem desa adat Buleleng nomor 880 pasal 20 menyebutkan bahwa semua upacara Panca Yadnya  yang bersifat direncanakan seperti karya melaspas, ngenteg linggih, ngaben, mamukur serta karya terencana lainnya agar ditunda sampai dicabutnya  status pandemi covid-19.”Apabila ada wabah tidak melakukan odalan dan diperkuat oleh pararem 880 pasal 20 menyatakan bawah apabila ada gering agung piodalan ditiadakan dengan mengaturkan banten guru piduka berarti masing pura khyangan tiga kita bersama dengan tri datu dan satgas gotong royong melaksanakan guru piduka agar covid-19 tidak ada lagi di dunia ini,”ungkapnya.

Mengantisipasi  potensi penularan Covid-19 pada saat hari raya mengingat banyaknya karma yang akan pulang kampung, Kelian desa adat Buleleng Nyoman Sutrisna bersama satgas gotong royong pencegahan covid-19 desa adat Buleleng telah mengingatkan coordinator satgas pada masing-masing banjar adat agar terus memantau kramanya yang baru pulang dari perantauan.”Serta kita mencoba menerapkan sangsi yang ada di parerem kita nantinya jika ada krama yang melanggar akan dikenakan sanksi, namun desa adat bukan sebagai garda kedepan tetapi mendukung pemerintah,”ujarnya.

Seperti diketahui sedianya desa adat Buleleng menggelar pujawali pada kahyangan tiga masing-masing diawali Pura Segara tanggal 11 September 2020  dilanjutkan 17 September di Pura desa serta pada 27 September di Pura Dalem desa adat Buleleng.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.