Home Buleleng Round Up Mantan Kades Petandakan Dituduh Menerima Suap Pengangkatan Kaur Desa

Mantan Kades Petandakan Dituduh Menerima Suap Pengangkatan Kaur Desa

127
0
SHARE

Petandakan, Mantan Kades petandakan di Kecamatan Buleleng Made Atep dituduh menerima suap dalam perekrutan kepala urusan, kaur di desa setempat.

Tuduhan itu disampaikan sekelompok warga desa Petandakan Kamis (11/01/2018)  melalui pemasangan pamfhlet pada sejumlah lokasi di desa setempat. Warga mulai berkumpul di dekat kantor Desa Petandakan, sekitar pukul 07.30 wita. Sekitar pukul 08.00 wita, aksi dilanjutkan dengan pemasangan pamfhlet  di setiap sudut desa di sepanjang ruas jalan desa.

Mereka menempel pamflet bertuliskan Kepada segenap warga desa petandakan bahwasanya tentang perekrutan kaur ada calo yang bermain  yaitu Saudara Made Atep sudah menerima uang sebanyak 17 juta rupiah dari Luh Sri , istri dari ketut Lanus. Pertanyaanya kok bisa masyarakat biasa menjual belikan jabatan kaur??

Koordinator aksi Putu Widnyana menjelaskan kasus ini terjadi pada tahun 2015  lalu pada saat perekrutan kaur Pemerintahan dan Kaur Umum di desa Petandakan. ” Kaur Umum atas nama Putu Agus Mertautama membayar uang sebesar 17 juta rupiah kepada Atep. Hasilnya  Kaur tersebut dinyatakan lolos,”bebernya

Namun sayang bulan Nopember lalu  kaur atas nama Putu Agus Mertautama ditahan Polsek Kota Singaraja sebagai tersangka kasus pencurian lampu LED di Desa Padangkeling, Kecamatan Buleleng.

Koordinator aksi Putu Widnyana (Bertopi)

Koordinator aksi Putu Widnyana menambahkan data yang dikumpulkan bahwa mantan Kades petandakan Made Atep juga diduga melakukan penyimpangan pemanfaatan bantuan sosial, bansos dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Penyimpangan itu melenceng dari usulan perbaikan wantilan pura menjadi gedung serba guna pada tahun 2014. Atas kenyataan itu kelompok masyarakat ini akan melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib.

Sementara Perbekel Desa PetandakanWayan Joni Arianto dikantor desa Petandakan mengaku tidak tahu atas gerakan sekelompok masyarakat di desanya. Atas informasi tersebut, pihaknya akan mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak. “Proses perekrutan kaur dilaksanakan pada tahun 2015 saat pemerintahnnay baru berjalan satu tahun. Kala itu, ada sekitar 6 warga yang melamar. Seluruh pelamar mengikuti proses sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada,”terangnya

Kades Petandakan Wayan Joni Arianto

Saat menjelaskan kronologi perekrutan, tiba-tiba muncul mantan kades Made Atep.  Kepada sejumlah wartawan mantan Kades Made Atep menampik tuduhan yang menyatakan dirinya menerima suap sebesar 17 juta rupiah saat perekrutan kaur di desa setempat.

Made Atep

“Saya menduga ada nuansa politik dalam polemic ini, namun saya  masih memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan,”ungkapnya.(Wir)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.