Home Buleleng Round Up Lahan Di Jalan Teratai Segera Dieksekusi

Lahan Di Jalan Teratai Segera Dieksekusi

30
0
SHARE

Paket Agung, Pemerintah kabupaten Buleleng telah emngajukan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Negeri Singaraja atas sebidang lahan  di jalan Teratai Singaraja.

Perjalanan panjang perkara sebidang tanah di Jalan Teratai Singaraja antara Pemkab Buleleng dengan Putu Dresnaguna dan kawan-kawan  akan segera berakhir melalui proses eksekusi. Kabag Hukum Setda Buleleng Bagus Gede Berata  Kamis (15/08) di DPRD Buleleng menjelaskan Pemkab Buleleng telah mengajukan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Negeri Singaraja. Sedianya eksekusi akan dilaksanakan tanggal 19 Agustus mendatang di Kantor Lurah Banyuasri. Kordinasi dengan pihak terkait telah dilakukan guna memperlancar pelaksanaan eksekusi dimaksud.

Kabag Hukum setda Buleleng Bagus Gede Berata mengakui bahwa proses peringatan kepada pihak yang berperkara atau dikenal dengan istilah anmaning telah dilakukan. Namun pihak Dresnaguna absen dlaam proses tersebut. Oleh karenanya Pengadilan Negeri Singaraja menyarankan untuk membuat surat pemrohonan eksekusi lanjutan. “Dengan surat permohonan eksekusi lanjutan sehingga keluar penetapan untuk proses eksekusi. Saat penetapan termohon tidak hadir sehingga saran dari ketua PN untuk membuat surat permohonan eksekusi lanjutan,”ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa gugatan yang didaftarkan tanggal 6 September 2018 lalu telah diputus oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Singaraja pada tanggal 4 Maret 2019. Majelis hakim mengadili bahwa Sertifikat Hak Pakai Nomor 16 Tahun 2009, luas 1.500 (seribu lima ratus) meter persegi, tertera atas nama Pemegang Hak Pemerintah Kabupaten Buleleng yang terletak di Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri Singaraja adalah sah; Dinyatakan pula bahwa objek sengketa seluas 300 (tiga ratus) meter persegi dengan batas-batas: Utara : Tanah milik, Selatan: Tanah Pemerintah Kabupaten Buleleng, Timur : Tanah milik, bagian Barat Sungai/kali sah merupakan bagian dari tanah seluas 1.500 (seribu lima ratus) meter persegi sesuai Hak Pakai Nomor 16 Tahun 2009, atas nama Pemegang Hak Pemerintah Kabupaten Buleleng yang terletak di Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri. Dalam amar putusannya majelis hakim mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya, mengabulkan gugatan Penggugat sesuai dengan amar putusan Peninjauan Kembali dan Menolak eksepsi Tergugat II; Menyatakan Sertifikat Hak Pakai Nomor 16 Tahun 2009, luas 1.500 ( seribu lima ratus) meter persegi, tertera atas nama Pemegang Hak Pemerintah Kabupaten Buleleng yang terletak di Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri Singaraja adalah sah;  Menyatakan bahwa perbuatan Tergugat I Rekonvensi/Penggugat I Konvensi mensertifikatkan objek sengketa adalah perbuatan melawan hukum; Menyatakan Sertifikat Hak Milik Nomor 312 Tahun 2001 seluas 300 (tiga ratus) meter persegi atas nama Putu Deresnaguna yang terletak di Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri Singaraja adalah tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum;  Menghukum Para Tergugat atau siapa saja yang mendapatkan hak dari padanya untuk menyerahkan tanah sengketa kepada Penggugat sebagaimana dimaksud dalam amar Putusan Peninjauan Kembali Nomor 115 PK/Pdt/2017 dalam keadaan kosong dan lasia, apabila perlu dengan bantuan alat Negara (Polri).(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.