Home Buleleng Round Up KPID Bali Segera Bahas Jaringan Tranmisi Bali Utara

KPID Bali Segera Bahas Jaringan Tranmisi Bali Utara

37
0
SHARE

Kendran, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah, KPDI Bali akan segera membahas pemenuhan hak masyarakat Buleleng untuk menikmati siaran televise tanpa parabola.

Secara garis besar penyiaran di bali sudah berlangsung cukup baik. Hanya Buleleng yang belum terlayani secara maksimal. Hak masyarakat Buleleng untuk menikmati siaran televisi tanpa antenna parabola hingga kini belum terpenuhi. Hal ini disebbakan karena kondisi geografis Buleleng yang berlokasi di balik bukit. Padahal media penyiaran sangat efektif sebagai fungsi pendidikan, informasi  dan hiburan bagi masyarakat. Dibutuhkan biaya ekstra untuk bisa menikmati melalui sarana TV berbayar atau antene parabola. Padahal sejatinya frekuensi yang dimanfaatkan oleh stasiun TV adalah milik pemerintah. Atas dasar itulah KPID Bali berencana menggelar Forum Group Discussion, FGD.
Ketua KPID bali usai audensi kepada bupati Buleleng Jumat (17/05) menjelaskan sesuai rencana KPID akan melibatkan para pemegang kebijakan lembaga penyiaran untuk membahas persalan klasik yang terjadi berpuluh-puluh tahun tersebut. Dalam diskusi yang bertajuk Sinergi Bersama Hilangkan Blank Spot bali Utara juga sebagai upaya memenuhi janji kampanye Gubernur Bali Wayan Koster pada Pilgub Bali lalu. Sejatinya menurut Ketua KPID Bali asal desa Tambakan Kubutambahan ini mengaku telah melakukan pembicaraan sebelumnya dengan pihak terkait. Dalam FGD tersebut akan diupayakan sebuah rekomendasi solusi. Bila perlu akan dibuatkan Piagam Siaran Buleleng bagi lembaga penyiaran yang siap melakukan siaran lokal.

Ketua KPID Bali Made Sunarsa mengakui selama ini selain kendala geografis, Buleleng juga terkendala atas kebijakan pemerintah pusat. Sesungguhnya selama ini masyarakat Buleleng sudah bisa menerima siaran beberapa TV, namun masih terkendala karena mereka masih menggandengkan stasiun frekuensinya pada beberapa radio di Buleleng. “Ada yang ditengah, di kota, dan timur oleh karena itu ada kendala masyarakat yang menggunakan UHF itu harus memutar antena untuk mendapatkan stasiun karena tidak ada satu titik yang menerima semua. Saya kira secara teknis masih ada kendala. Sehingga ketika balmon turun bisa m3netapkan satu titik untuk semua jadi kendala itu tidak ada lagi. Secara kebutuhan siaran kendala sudah terkikis, dulu tidak bisa buktinya sekarang bisa,”ujarnya.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.