Home Buleleng Round Up Koster Ingatkan PLTU Celukan Bawang Tidak Lagi Gunakan Batubara

Koster Ingatkan PLTU Celukan Bawang Tidak Lagi Gunakan Batubara

19
0
SHARE

Kampung Bugis, Rencana pembangunan PLTU Celukan Bawang, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, tahap dua yang menggunakan bahan bakar batubara, bukan saja mendapatkan penolakan dari warga setempat, bahkan penolakan juga dilontarkan oleh Gubernur Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan PLTU Celukan Bawang yang telah beroperasi untuk tidak mengunakan bahan bakar batubara, PLTU Celukan Bawang harus bisa mengkonversi bahan bakar batubara menjadi bahan yang ramah lingkungan seperti gas. Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur Koster saat menghadiri diskusi akhir tahun yang digelar oleh Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), Jumat siang di Gedung Imaco Eks. Pelabuhan Buleleng.

Menurut Koster, penggunaan batubara menyebabkan polusi udara yang berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar, sebab Bali harus bersih dari polusi udara. Sehingga, PLTU Celukan Bawang harus berhenti menggunakan batubara sebagai pembangkit listrik.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pengelola PLTU Celukan Bawang mesti memikirkan efek jangka panjang terhadap lingkungan, jika tetap menggunakan batubara. Terkait dengan Amdal yang sudah dikeluarkan dan menyetujui menggunakan batubara, Koster tetap pada pendiriannya yakni, PLTU Celukan Bawang harus beralih ke pembangkit bahan bakar gas. “Kalau yang eksisting bertahap. Yang tahap 2 kita tolak. Itu tiga tahun harus selesai. Sudah pasti tidak pakai batubara, kalau pakai out”,jelasnya.

Sementara terkait dengan pernyataan Gubernur Koster tersebut, General Manager (GM) PT. General Energy Bali (GEB) selaku pengelola PLTU Celukan Bawang, Putu Singyen, belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, mantan Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng, malah tidak mengangkat teleponnya.

Untuk diketahui, power plant yang dimiliki oleh PLTU Celukan Bawang mampu mengeluarkan daya hingga mencapai 380 Mega Watt (MW) untuk satu tahap pembangunan. Jumlah ini dirasa kurang, sebab Bali membutuhkan aliran listrik mencapai 810 MW setiap harinya. Atas dasar itu, PLTU Celukan Bawang rencana membangun tahap dua sebesar 2 X 330 MW.

Kapasitasnya yang mencapai 380 MW itu dihasilkan oleh 5.200 ton batubara setiap hari. Pembangunan tahap kedua ini, menuai penolakan oleh masyarakat Desa Celukan Bawang, karena dampak dari pembakaran batubara tersebut justru embuat polusi udara yang bisa mengganggu kesehatan warga sekitar.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.