Home Buleleng Round Up Korban Kasus Depehe Datangi PPA Sat Reskrim

Korban Kasus Depehe Datangi PPA Sat Reskrim

53
0
SHARE

Kampung Kajanan, Korban dugaan kasus persetubuhan di Desa Depehe Kecamatan Kubutambahan mendatangi Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng untuk menjalani kembali pemeriksaan tambahan terkait kasus yang menimpanya.

Korban kasus dugaan persetubuhan di Desa Depehe Kecamatan Kubutambahan, senin siang akhirnya mendatangi Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng meski harus meminta ijin sekolah agar kasus yang menimpa korban itu segera dituntaskan secara hukum. Kedatangan korban ke Mapolres Buleleng itu untuk menjalani pemeriksaan tambahan berkaitan dengan dugaan persetubuhan yang dilakukan bekas pacarnya.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya mengakui berkas acara pemeriksaan (BAP) yang telah dilakukan penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng beberapa kali mengalami perbaikan atas permintaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Buleleng, sehingga dilakukan pemanggilan kembali beberapa saksi termasuk korban untuk dimintai keterangan tambahan. “Ini kan berkasnya bolak-balik, sekarang sedang dilakukan pemeriksaan tambahan oleh penyidik. Diharapkan agar berkas ini tidak dikembalikan lagi oleh JPU dan segara bisa diproses sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh terduga tersangka,”terangnya.

Kasubag Humas Sumarjaya mengatakan, dengan pemeriksaan tambahan yang dilakukan terhadap saksi korban diharapkan penanganan kasus dugaan persetubuhan yang dilakukan bekas pacarnya itu dapat dituntaskan dalam pekan ini. “Mungkin dalam minggu ini berkas akan dikirim kembali,”ungkapnya.

Sebelumnya, penyelesaian penanganan dugaan kasus persetubuhan hingga menyebabkan kehamilan terhadap anak dibawah umur di Desa Depehe Kecamatan Kubutambahan yang dilakukan oleh pacarnya dan dilaporkan ke Mapolres Buleleng pada bulan April 2019, hingga Senin siang belum jelas proses penanganan yang telah dilakukan, bahkan Penyidik PPA Sat Reskrim Polres Buleleng harus memenuhi berbagai petunjuk alat bukti lain oleh Kejaksaan Negeri Buleleng.

Dalam proses penanganan kasus yang telah berjalan 8 bulan hingga saat ini belum tuntas dilakukan termasuk pelaku tidak dilakukan penahanan dan hal yang menjadi pertanyaan, kasus ini tidak tuntas dilakukan penanganan secara hukum, bahkan korban sendiri telah melahirkan seorang anak akibat perbuatan yang dilakukan pelaku dan tidak mau bertanggung jawab.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.