Home Buleleng Round Up Komisi IV DPR RI Minta Pembangunan Bandara Jangan Rusak Lahan Hutan

Komisi IV DPR RI Minta Pembangunan Bandara Jangan Rusak Lahan Hutan

136
0
SHARE

Sumberkelampok, Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke calon lokasi pembangunan Bandar udara di Bali Utara dan mengingatkaan pembangunan yang dilalukan tersebut tidak merusak lahan hutan.

64 hektar lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Bandar udara Bali Utara, Selasa 16 Februari 2021 menjadi sasaran kunjungan kerja Komisi IV DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, sebab rencana pembangunan itu menyisir hutan dan taman nasional bali barat, sehingga menjadi ancaman kehidupan satwa dan alam, utamamya Jalak Bali.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengungkapkan, tidak menyetujui jika dilakukan pembangunan Bandara Bali Utara di taman nasional tersebut, sebab akan memberikan pengaruh terhadap pelestarian satwa dan alam yang dilindungi. “Mau menggunakan taman nasional itu sangat sulit sekali karena banyak yang dilindungi di taman nasional dan ini belum ada kajian detailnya bagaimana kalau taman nasional dibelah, akan menimbulkan kepunahan,”ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra menambahkan, 64 hektar hutan di Kawasan Nasional Bali Barat yang akan dimanfaatkan sebagai Bandara terdapat 455 jenis satwa langka yang di lindungi, sehingga Komisi IV DPR RI melakukan kunker ke TNBB untuk menyerap aspirasi masyarakat. “Saya berpandangan ini sangat penting sekali ada kajian dan kita penting sekali turun bersama-sama mendengar apa aspirasi masyarakat dan pandangan menteri kehutanan,”ungkapnya.

Sementara, Kepala Balai TNBB Drh. Agus Ngurah Krisna Kepakisan, M.Si mengatakan, kondisi TNBB dan satwa langka masih terjaga dengan baik dan jumlahnya terus meningkat sehingga memerlukan perhatian untuk mempertahakan kondisi tersebut. “Kawasan taman nasional Bali barat terjaga dengan baik dan kemudian satwa liar Jalak Bali jumlahnya meningkat,”tegasnya.

Dalam kunjungan kerja yang dilakukan Komisi IV DPR RI dilakukan diskusi dengan sejumlah kelompok masyarakat termasuk aparat pemerintah Desa Sumberkelampok disamping petugas TNBB, sehingga dari aspirasi tersebut diteruskan ke Pemerintah Pusat sebagai acuan atas rencana pembangunan bandara Bali Utara.(dnu/dpa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.