Home Buleleng Round Up Kekurangan Saksi, Berkas Kasus Depehe Dikembalikan Jaksa Ke Polisi

Kekurangan Saksi, Berkas Kasus Depehe Dikembalikan Jaksa Ke Polisi

31
0
SHARE

Kampung Kajanan, Kejaksaaan Negeri Buleleng akhirnya mengembalikan berkas penanganan kasus persetubuhan yang menyebabkan kehamilan terhadap anak dibawah umur di Desa Depehe Kecamatan Kubutambahan, bahkan polisi sendiri tidak melakukan penahanan terhadap pelaku.

Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng akhirnya kembali menerima pelimpahan berkas penanganan kasus persetubuhan di Desa Depehe Kecamatan Kubutambahan dan dinyatakn P.19 lantan masih memerlukan keterangan saksi-saksi.

Kasubag humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Kamis siang mengatakan, setelah dinyatakan rampung telah diserahkan ke Kejaksaan, namun pihak kejaksanaan telah menyatakan berkas tersebut P.19 sehingga masih memerlukan penambahan keterangan yang diperlukan dalam proses penanganan tersebut.

Kasubag Humas Sumarjaya mengakui, dalam penanganan yang dilakukan tidak melakukan penahanan terhadap pelaku yang menyebabkan korban saat ini tengah hamil, namun demikian polisi tetap melakukan proses secara hukum.”Sementara masih wajib lapor kita menunggu perkembangan lebih lanjut. Korban masih dalam perawatan dan korban juga ada pemeriksaan tambahan untuk kasus ini,”ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya  korban persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebut saja bawang . Anak yang mengaku tidak pernah mengenyam bangku  sekolah  sesuai akte kelahiran lahir pada bulan Desember 2002. Kini keluarganya harus menerima aib karena ulah seseorang sebut saja  kesuna yang satu desa dengannya.

Bawang bercerita bahwa ia memang berpacaran dengan kesuna. Dalam perjalannnya ia melakukan hubungan intim. Setelah dilakukan tes kencing sekitar bulan April lalu, ternyata si bawang positif hamil. Tahu jika bawang hamil, terlapor Kesuna tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatnnya. Ia mencari seribu alasan untuk menolak meminang sang pacar bawang. Bukan hanya kesuna, ortu kesuna juga ikut mendatangi rumah Bawang dan menyatakan bahwa bawang sempat berganti pasangan. Namun setelah didamprat sama Bawang ortu  kesuna mengaku hanya mendengar gossip.

Tidak terima akan nasib anaknya yang tidak pasti, ortu Bawang melapor ke Polres Buleleng pada tanggal 24 April 2019.  Laporan bernomor  STPL/71/VI/2019/BALI/Res.BLL tersebut diterima oleh ka SPKT Polres Buleleng I Ketut Mangku lanjut melakukan visum di RSUD Buleleng. Selanjutnya ayah korban mengaku hingga 11 kali bolak balik ke Polres Buleleng, namun hingga kini hampir dua bulan kasus itu dilaporkan belum ada tanda-tanda perkembangan penyidikan. Seperti disampaikannya kepada reporter radio Guntur kamis (18/07). Diakuinya upaya mediasi di Mapolres Buleleng sempat dilaksanakan namun hingga kini juga tak ada perkembangan. Oleh karenanya ia memutuskan untuk tidak lagi mau berdamai dan meminta Polisi melanjutkan kasus ini sesuai hukum yang berlaku.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.