Home Buleleng Round Up Kasus Pencabulan Di Panti Asuhan, Polisi Masih Kumpulkan Barang Bukti dan Kesaksian

Kasus Pencabulan Di Panti Asuhan, Polisi Masih Kumpulkan Barang Bukti dan Kesaksian

60
0
SHARE

Kampung Baru, Penanganan kasus pencabulan terhadap penghuni Panti Asuhan di Gerokgak, Sat Reskrim Polres Buleleng masih mengumpulkan barang bukti dan sejumlah kesaksian, diduga kuat perbuatan asusila itu dilakukan pemilik sekaligus pimpinan yayasan yang mengelola panti asuhan yang berlokasi di Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak.

Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan atas dugaan kasus pencabulan yang menimpa sejumlah anak penghuni panti asuhan yang berlokasi di Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, bahkan disebutkan perbuatan asusila yang dilakukan pemilik sekaligus pimpinan yayasan yang mengelola panti asuhan itu menimpa sembilan orang anak.

Meski telah dilaporkan ke polisi terkait dugaan kasus pencabulan tersebut, pelaku berinisial KP masih belum diamankan polisi, namun sejumlah anak yang menjadi korban perbuatan pelaku sebagian besar telah keluar dari panti asuhan tersebut.

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno, Jumat siang usai menghadiri acara pelepasan anak-anak TK Kemala Bhayangkari 2 menyikapi kasus pencabulan itu menegaskan, polisi tetap melakukan penanganan secara khusus berkaitan dengan kasus yang melibatkan anak-anak dan proses masih dilakukan secara intensif. “Kalau kasus seperti ini pasti tetap dalam penanganan khususnya unit PPA. Kemudian karena anak takutnya  menjadi trauma mungkin ada pendampingan dari psikolog atau KPAI supaya anak bisa memberikan keterangan terkait apa yang dialami. Tapi yang jelas proses tetap berjalan apalagi pelakunya orang dewasa,”jelasnya.

Sementara, dari proses penanganan yang dilakukan polisi belum diketahui secara pasti, Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat masih belum memberikan keterangan proses yang dilakukan, namun demikian dari sejumlah informasi menyebutkan polisi telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi termasuk pelapor untuk memastikan kronologis dugaan pencabulan itu.

Sebelumnya, salah satu korban pencabulan mengakui perbuatan yang dilakukan KP berulang kali terhadapnya, namun dirinya merasa takut untuk mengungkapkan kasus asusila tersebut dan takut jika dikeluarkan dari panti asuhan, bahkan perbuatan pelaku dilakukan sejak lama, bahkan terungkap salah satu korban kini dalam kondisi hamil hingga menyebabkan kepanikan, kasus itu kemudian diadukan ke polisi.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.