Home Buleleng Round Up Kasus Ngaben Sudaji Ngambang, Jaksa Dua Kali Kembalikan Berkas Ke Polisi

Kasus Ngaben Sudaji Ngambang, Jaksa Dua Kali Kembalikan Berkas Ke Polisi

93
0
SHARE

Kampung Kajanan, Kejaksaan Negeri Buleleng untuk kedua kalinya mengembalikan berkas penanganan kasus ngaben di Desa Sudaji berkaitan dengan Pandemi Covid 19, namun belum dituntaskan oleh kepolisian sehingga penanganan kasus tersebut mengambang.

Upaya penangaanan yang dilakukan Kepolisian berkaitan dengan kasus ngaben Sudaji dinilai mengambang sehingga Tim Hukum Berdikari Law Office sangat menyayangkan sikap kepolisian tersebut dan kembali melayangkan permohonan SP3 ke polisi pada Selasa, 23 Juni 2020 yang diserahkan langsung Kuasa Hukum Nyomang Agung Sariawan, Gede Suryadilaga, bersama Kuasa Non Litigasi dari DPP Persadha Nusantara Gede Suardana dan Kadek Cita Ardana Yudi.

Kuasa Hukum terdakwa, Gede Suryadilaga usai penyerahan SP3 mengatakan, selain ke Kapolres Buleleng, surat permohonan itu juga disampaikan ke Kejaksaan Negeri Buleleng, dimana kasus tersebut telah berjalan hampir dua bulan namun tidak ada kejelasan sehingga mendesak adanya kepastian hukum berkaitan dengan kasus ngaben Sudaji.”kami kembali datang ke Polres Bulleng dengan tujuan mengantarkan surat permohonan SP3 untuk Kapolres Buleleng. Berdasarkan informasi pihak kejaksaan sudah dua kali mengembalikan berkas penyidikan karena belum memnuhi unsur pidana. Polisi dalam tujuh hari harus melengkapi berkas tersebut namun hingga saat ini belum dilakukan tindakan oleh pihak kepolisian,”ungkapnya.

Kuasa Non Litigasi dari DPP Persadha Nusantara Gede Suardana mengatakan, jika permohonan SP3 yang kedua kalinya tidak segera direspon oleh Kapolres Buleleng maka akan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM, Kompolnas, dan Kapolri, sebab dalam penanganan yang dilakukan terkesan dipaksakan serta telah terjadi diskriminasi penegakan hukum dalam kasus ngaben Sudaji. “Sangat disayangkan karena kasus yang berjalan sudah dua bulan ini tidak ada kejelasan. Oleh karena itu pihak kepolisian yang menangani ini kami minta untuk diberhentikan saja karena telah melakukan diskriminasi dengan menjadikan upacara adat di Bali sebagai tersangka secara kilat tanpa alat bukti yang kuat,”terangnya.

Dari pengajuan permohonan SP3 tersebut, belum diperoleh keterangan resmi dari pejabat di Mapolres Buleleng, namun Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi melalui whatssapp mengakui berkas yang dikembalikan sedang dipelajari sesuai dengan petunjuk jaksa.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.