Home Buleleng Round Up Hektaran Tanaman Subak Tegal Terancam Gagal Panen

Hektaran Tanaman Subak Tegal Terancam Gagal Panen

33
0
SHARE

Liligundi, Gara-gara saluran irigasi tersumbat, hectaran tanaman sawah dan kebun dari anggota subak Tegal terancam gagal panen

Tampak saat anggota subak Tegal yang berlokasi di kelurahan Liligundi dan sekitarnya berkumpul untuk membahas cara paling efektif membersihkan sumbatan. Pasalnya saluran irigasi ini melintas dibawah jalan nasional. Kondisi ini terjadi sejak beberapa tahun lalu, namun untuk kali ini sumbatan cukup lama, hingga dua puluh hari.

Kelian subak Tegal Gusti Mangku Putu Oka Sabtu (21/03) menjelaskan tersumbatnya saluran air yang berlokasi di Kelurahan Beratan melintas dibawah jalan nasional menuju subak tegal mengancam enam hectar lahan yang kini sedang ditanami padi dan tanaman perkebunan lainnya. Anggota subak terdiri atas 56 orang. Selama ini kerusakan yang terjadi hanya ditambal oleh petugas. “Sama sekali tidak ada air, dulu sempat ada hingga bisa mengolah tanah. Sempat bersurat ke Dinas PUPR ada sepuluh hari yang lalu,”ungkapnya.

Kelian subak Tegal Gusti Mangku  Putu Oka menambahkan tersumbatnya saluran irigasi ini sering terjadi bahkan sejak beberapa tahun lalu, namun semuanya bisa diatasi melalui upaya gotong royong. Upaya perbaikan melalui koordinasi dengan dinas PU Buleleng juga telah dilakukan, namun karena persoalan kewenangan akhirnya upaya ini tak membuahkan hasil. Melihat kondisi itu  sejumlah anggota subak hendak membongkar jalan untuk membersihkan sumbatan pada gorong-gorong, namun bisa dikendalikan. “Sudah dari pengurus yang lama namun barangkali tidak melalui surat resmi, hanya lisan. Ini hampir puluhan tahun untuk mengajukan permohonan agar diperbaiki secara total,”jelasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra yang tengah melakukan penyemprotan disinfectan di Pura desa mendengar informasi keluhan subak itu langsung menuju lokasi di Kelurahan Beratan. Wabup asal desa Bontihing ini menyampaikan akan meneruskan keluhan ini kepada Balai Jalan Nasional di Denpasar. “Karena kewenangan ada di provinsi kami akan minta mereka bersurat untuk mengadakan koordinasi, jadi aspirasi ini akan kami sampaikan agar hari senin warga bisa menyampaikan surat ke Bupati serta Bupati bisa berkoordinasi dengan Balai jalan nasional,”ungkapnya.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.