Home Buleleng Round Up Gelar Lomba Ogoh-Ogoh, Disbud Segera Petakan Kriteria

Gelar Lomba Ogoh-Ogoh, Disbud Segera Petakan Kriteria

121
0
SHARE

Banjar Tegal, Dinas Kebudayaan segera akan menggelar lomba ogoh-ogoh pada bulan September mendatang, untuk itu segala kriteria akan dibahas bersama Majelis Desa Adat tingkat kecamatan dan kabupaten.

Dalam rangka mengapresiasi kedisiplinan yowana dan krama Bali yang secara sukarela tidak melakukan pengarakan ogoh-ogoh pada pengerupukan, pasca Hari raya Nyepi tahun saka 1942 akibat pandemi covid-19. Gubernur Bali melalui Dinas Kebudayan Provinsi Bali menggelar lomba ogoh-ogoh se-Bali. Lomba dimaksud juga sebagai penghargaan terhadap kreativitas yowana dan krama Bali dalam mendedikasikan semangat keagamaannya melalui kreasi ogoh-ogoh.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos, M.Si mengungkapkan penyelenggaran lomba juga di dasari hasil masukan dan diskusi Gubernur Bali bersama Bupati/Walikota se-Bali serta Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali. Disamping itu lomba ogoh-ogoh se-Bali tahun 2020 juga merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Untuk kriteria lomba ogoh-ogoh, harus ogoh-ogoh yang sudah jadi pada saat hari raya Nyepi 2 bulan lalu dan bukan dibuat baru, kriteria lainnya akan di rapatkan dengan Majelis Desa Adat.”Sekali lagi bahwa ogoh-ogoh tidak boleh dibuat baru, jadi ogoh-ogoh yang didaftarkan adalah ogoh-ogoh yang dibuat pada saat nyepi beberapa bulan lalu, jadi ini ada kreteria khusus yang nanti kita akan bicarakan dengan Majelis Desa Adat dan Kabupaten,”ungkapnya.

Kadisbud Gede Dody juga menambahkan untuk memastikan krama Bali mengikuti lomba dengan jujur dengan menggunakan ogoh-ogoh yang dibuat pada hari raya Nyepi beberapa bulan lalu, akan dilakukan proses verifikasi dengan melakukan  pemantauan di setiap bale banjar STT desa adat yang akan mengikuti lomba.”Jadi harus melalui proses verifikasi, bagaimana pun juga kami memiliki keyakinan dengan pemantauan kami di masing-masing bale banjar para STT masih menyimpan ogoh-ogohnya,”imbuhnya.

Untuk masing-masing desa adat hanya bisa mengajukan 1 perwakilan ogoh-ogoh, lomba ogoh-ogoh yang dilakukan adalah  tanpa parede atau pawai. Dan akan di nilai oleh tim juri di desa adat setempat, setelah dinilai oleh tim juri di masing-masing desa adat, akan dipilih 3 ogoh-ogoh terbaik di kecamatan untuk diajukan pada penilaian tingkat Kabupaten/Kota.(dpa/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.