Home Buleleng Round Up Epilepsi, Warga Bondalem Tewas Mengambang

Epilepsi, Warga Bondalem Tewas Mengambang

60
0
SHARE

Bondalem, Diduga mengalami epilepsi saat mandi di pantai, seorang warga Desa Bondalem ditemukan tewas dengan kondisi mengambang di tengah laut. Korban yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu ditemukan seorang nelayan.

Warga Desa Bondalem Kecamatan Tejakula, tepatnya di Pantai depan Pura Tirta Penembak yang berlokasi di Dusun Jro Kuta dikagetkan dengan penemuan sesosok tubuh manusia yang mengambang ditengah laut hingga kemudian dilakukan evakuasi dan diketahui bernaama Ketut Mudiasa alias Leplep (50) yang merupakan wargaa Dusun Tegal Sari Desa Bondalem.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, dikonfirmasi Selasa, 27 Oktober 2020 membenarkan penemuan korban di tengah laut dalam kondisi mengambang hingga ditemukan sejumlah nelayan dan dibawa ke pantai untuk dilakukan penanganan secara medis termasuk melaporkan ke Mapolsek Tejakula.”Telah ditemukan sesosok mayat yang mengapung di tengah laut, mayat ini ditemukan oleh nelayan selanjutnya korban bernama Ketut Mudiasa berumur 50 tahun dan beralamat di Dusun Tegal Sari Desa Bondalem dan sekarang mayat sudah di berikan kepada pihak keluarga,”ungkapnya.

Kasubag Humas Gede Sumarjaya mengatakan, untuk sementara berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi termasuk keterangan keluarga korban disebutkan, korban Mudiasa alias Leplep memiliki riwayat sakit epilepsi sehingga diperkirakan saat berada di pantai kambuh dan tidak ada yang mengetahui sehingga terseret ombak.”Dugaan pertama bahwa korban memiliki sakit epilepsi diduga kambuh pada saat mandi dipantai sehingga korban tidak tertolong,”ujarnya.

Sementara dalam proses penanganan yang dilakukan Polsek Tejakula bersama Puskesmas Tejakula II menyebutkan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasaan pada tubuh korban yang ditemukan mengambang tanpa pakaian ditengah laut, bahkan korban diperkirakan meninggal dunia belum enam jam, demikian juga keterangan daari keluarga korban menyebutkan korban sejak kecil mengalami gangguan kejiwaan.

Dari proses sementara yang dilakukan Polsek Tejakula telah mendengarkan keterangan sejumlah saksi-saksi, diantaranya tiga orang nelayan yang menemukan korban termasuk mendengarkaan keterangan keluarga korban dan jenazah korban telah diserahkan ke pihak keluarga setelah mendapat pemeriksaan medis oleh dokter Ari Wirama dan pihak keluarga menyatakan telah menerima kematian korban sehingga tidak melakukan proses otopsi.(eta/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.