Home Buleleng Round Up Dugaan Bagi-Bagi Fee Di SMP Negeri 2 Sawan Berpolemik

Dugaan Bagi-Bagi Fee Di SMP Negeri 2 Sawan Berpolemik

64
0
SHARE
Bendesa beberakan data

Sawan, Dugaan bagi-bagi fee pakaian di SMP Negeri 2 Sawan berpolemik.

Adalah mantan anggota Komite SMP negeri 2 Sawan Kadek Bendesa yang mengungkap dugaan itu. Bahkan Bendesa yang kini tersingkir dari kepengurusan Komite SMP Negeri 3 Sawan mengakui ikut menikmati fee tersebut. kepada reporter radio Guntur Bendesa memaparkan bahwa pada saat pembuatan pakaian siswa sekolah setempat terjadi mark up terhadap harga pakaian. ” Dari harga 450 ribu per siswa diangkat menjadi 600 ribu dengan rincian pakaian putih biru, pakaian batik dan pakain pramuka. Dari jumlah siswa sekitar 300 orang tersebut diperoleh fee sebesar 15 juta rupiah. Dari jumlah tersebut anggota komite menurut Bendesa mendapatkan bagian sebesar 7 juta rupiah,”terangnya sembari menyatakan abhwa dari jumlah tersebut dirinya menerima sebesar 2 juta rupiah. Sedangkan sisanya dibawa oleh Ketut Suterisna, salah seorang guru setempat.

Dikonfirmasi terpisah, ketua Komite SMP Negeri 2 Sawan Gede Maharjaya Senin (08/01/2018) menolak tudahan bagi-bagi fee dilingkup sekolahnya. “Dalam pengadaan pakaian di SMP negeri 2 Sawan orangtua siswa langsung berhubungan dengan konveksi.,”tegasnya. Oleh karenanya dirinya mengaku tidak tahu adanya dugaan markup atas harga pakaian bagi siswa dimaksud.

Saat ditanya apakah dirinya tahu adanya sumbangan dari Mardani selaku pemilik konveksi sebesar 15 juta rupiah , Ketua Komite SMP Negeri 2 Sawan Gede Maharjaya kembali mengaku tidak tahu. Hanya saja dirinya menerima informasi adanya sumbangan untuk membangun  pos satpam di sekolah setempat

Sementara salah seorang guru Ketut Suterisna menegaskan bahwa dana sebesar 2 juta rupiah yang diminta oleh Kadek Bendesa lebih karena adanya paksaan dari yang bersangkutan. Sisa dana sebesar 5 juta rupiah dimanfaatkan untuk pembangunan Pos Satpam.(Wir)

i

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.