Home Buleleng Round Up Distan Siapkan 6000 Hektar Lahan untuk Pertanian Pangan Berkelanjutan

Distan Siapkan 6000 Hektar Lahan untuk Pertanian Pangan Berkelanjutan

65
0
SHARE

Singaraja, Sementara ranperda perlindungan sedang digodok di dewan, Dinas Pertanian tengah menyiapkan enam ribu hektar lebih lahan menjadi pertanian pangan berkelanjutan.

Hingga tahun 2019 tercatat Kabupaten Buleleng memiliki lahan pertanian sekitar 9.045 hektar. Namun setiap tahun lahan pertanian semakin menyusut karena alih fungsi sehingga harus dilindungi sebab dapat mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng I Made Sumiarta dikonfirmasi via telepon menjelaskan dari sembilan ribu lebih, 6.948 hektar lebih akan diusulkan untuk dilindungi. Luasan lahan tersebut tersebar di delapan kecamatan kecuali Tejakula dan merupakan lahan khusus pertanian pangan yang dapat ditanami padi dan palawija. “Diperhitungkan juga untuk sarana prasarananya seperti jaringan irigasi tersier yang ada di masing-masing sawah LP2B. Dan mungkin kita akan ada istilahnya insentif dan disinsentif. Bagi lahan dilindungi diberikan insentif seperti keringanan pajak mungkin, pupuk bersubsidi, jaringan irigasi untuk keberlangsungan proses produksi pertanian di LP2B itu,”ujarnya.

Kadis Pertanian Sumiarta menjelaskan rata-rata alih fungsi lahan setiap tahunnya dibawah sepuluh persen. Sejak tahun 2011 hingga 2019 secara komulatif sekitar seribu hektar lebih. Sementara sanksi-sanksi untuk melindungi lahan yang sudah mendapatkan perlindungan LP2B masih akan dibahas pada rapat selanjutnya. “Sanksi-sanksi kan bisa kita bahas. Dilihat dari aturan pusat sih sudah ada tinggal kita menyesuaikan dengan kondisi di sini,”imbuhnya.

Sisa luasan lahan yang tidak diusulkan untuk LP2B merupakan lahan pertanian yang berada dekat dengan perkotaan sehingga jika terjadi alih fungsi lahan maka tidak akan menimbulkan masalah panjang dikemudian hari. Sementara lahan tersebut dibuat menjadi lahan cadangan.(ags/dpa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.