Home Buleleng Round Up Dispar Segera Kaji Asas Manfaat Asset Pelabuhan Lalang

Dispar Segera Kaji Asas Manfaat Asset Pelabuhan Lalang

71
0
SHARE

Sumberkima, Sejumlah asset bangunan di Pelabuhan Lalang desa Sumberkima dan Pejarakan Kecamatan Gerokgak yang berlokasi diatas tanah negara dibawah penguasaan Taman Nasional Bali Barat, TNBB Selasa (13/02/2018) mulai dibahas.

Pembahasan yang dipimpin sekretaris Dinas Pariwisata, Dispar Buleleng Ketut Arjana dihadiri Kepala Taman Nasional Bali Barat, TNBB, Unsur Badan Keuangan Daerah, Unsur Dinas Perhubungan, Bagian Hukum Setda Buleleng, Perbekel desa Pejarakan, Kelian Desa Pakraman Pejarakan serta instansi terkait lainnya.

Usai pertemuan Sekretaris Dispar Buleleng Ketut Arjana mengaku akan segera membentuk tim untuk mengkaji manfaat dari asset yang selama ini tercatat pada Dispar Buleleng berupa sejumlah bangunan yang kini telah dimanfaatkan masyarakat. Sejumlah masukan lebih cenderung agar asset tersebut dihibahkan kepada TNBB. ”Kita akan lakukan kajian internal terhadap kondisi dan fungsi dari bangunan itu apakah masih bernilai untuk Dinas Pariwisata. Tim akan menilai dan minggu depan kita akan turun lapangan untuk mengkaji dan dari itu kita akan buat rapat berikut sehingga akan ada keputusan dari tim apakah ini akan kita hibahkan atau kita hapus namun dari perspektif desa pakraman yang tadi hadir mengharapkan supaya ini dihibahkan kepada TNBB yang pada akhirnya akan diperuntukkan tetap untuk masyarakat yang ada disana”, terangnya.

Ditempat yang sama Plt Kepala Bidang Aset BKD Kabupaten Buleleng Made Pasda Gunawan berharap Dinas Pariwisata memastikan asas manfaat dari asset milik Dispar tersebut. pasalnya dari  perspektif aset terkait dengan status tanah merupakan asset dari TNBB, sedangkan asset berupa bangunan yang tercatat dalam kartu inventaris barang menjadii asset penguasaan Pemkab Buleleng. “Mendorong kepada Dinas Pariwisata selaku pengguna barang, agar memastikan dahulu asas manfaat terhadap bangunan yang tercatat menjadi asset, sehingga nanti dalam hal pengelolaan jikamana sudah tidak difungsikan sebagai fasilitas penunjang pemerintahan sesuai dengan amanat Permendagri 19 tahun 2016 dan Perda kami nomor 6 tahun 2017 tetang pengelolaan barang milik daerah dapat dilakukan pemindahtanganan melalui mekanisme hibah”, ungkapnya.

Sementara itu kepala TNBB  Agus Ngurah Krisna mengaku akan menunggu sikap dari Pemkab Buleleng. Dari pengalaman sebelumnya ditempat lain, Pemkab menghibahkan aseetnya kepada TNBB mengingat pemanfaatannya akan dikembalikan kepada masyarakat. “Kami akan menunggu keputusan tim penilai asset dari Pemda. Karena asset dari Pemda ada di labuhan lalang, dan labuhan lalang adalah kawasan Taman Nasional Bali Barat dan seperti pengalaman ditempat lain biasa Pemda menghibahkan asset tersebut untuk Taman Nasional atau kawasan konservasi, tapi asset pasti kami gunakan untuk kepentingan masyarakat dalam wisata alam. Dan asset itu adalah sarana penunjang untuk objek wisata tersebut sehingga menambah nilai objek wisata tersebut. Jadi kalau objek wisatanya sudah bagus dan terjaga dengan baik, pasti manfaatnya untuk masyarakat juga “, tuturnya. (ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.