Home Buleleng Round Up Dinas LH Usulkan Dua Desa Kelola TPS 3R

Dinas LH Usulkan Dua Desa Kelola TPS 3R

93
0
SHARE
Kadis Lingkungan Hidup Putu Ariadi Pribadi (Baju Putih)

Banyuning, Dinas Lingkungan Hidup, LH Kabupaten Buleleng mengajukan dua desa untuk mendapatkan bantuan Tempat Pengolahan Sampah dan pemrosesan akhir sampah.

Langkah mengurangi pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir, TPA desa Bengkala di kecamatan Kubutambahan terus diupayakan oleh Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Buleleng. Salah satunya dengan membangun kesadaran masyarakat melalui pengelolaan sampah pada masing-masing kawasan.

Kadis Lingkungan Hidup Putu Ariadi Pribadi didampingi Kabid Penataan dan Peningkatan kapastitas LH Nyoman Suarjana Jumat (11/01) menjelaskan dari pengamatan selama ini dua desa di Buleleng masing-masing Bakti Seraga di Kecamatan Buleleng dan desa Sepang di Kecamatan Busungbiu telah diusulka kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk dibangun pengelolaan sampah hingga proses akhir. Desa yang diusulkan wajib memiliki tempat pembangunan TPS sedangkan pemerintah hanya menyediakan biaya pembangunan dan peralatan sekitar 350 juta rupiah.

TPS 3R meurpakan upaya mengelola sampah hingga proses akhir. Tiga R terdiri atas Reuse, Reduce dan Recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali atau daur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Kadis Lingkungan Hidup Putu Ariadi Pribadi mengakui hingga kini Buleleng baru memiliki 25 TPS 3 R dari 148 desa/Kelurahan tersebar pada sembilan kecamatan. Dari jumlah yang ada beberapa diantarnya mulai tidak aktif karena kendala SDM. salah satu diantanranya desa Tamblang.di Kecamatan Kubutambahan. “Sisa 129 desa yang belum semua memiliki TPS 3R. Tujuan TPS 3R ini adalah bagaimana kita bisa menangani sampah dengan konsep 3R, artinya sampah yang kita pilah ini kita olah lagi. Ini kita serashkan kepada pemerintah desa untuk pengelolaannya. Kami hanya membantu dari segi pembangunan tempat, alat-alat dan juga pendampingan”,ungkapnya.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.