Home Buleleng Round Up Diduga Selewengkan APBDes Perbekel Dencarik Ditahan

Diduga Selewengkan APBDes Perbekel Dencarik Ditahan

12
0
SHARE
Made Suteja (Baju biru)

Kaliuntu, Lama tak ada kasua korupsi, kini muncul lagi. Tersangkanya adalah Kades Dencarik Made Suteja.  Yang bersangkutan diduga menyalahgunakan kewenangan sebagai kades dan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, Desa Dencarik,  tahun 2015 dan 2016 .

Selasa (07/11)  Suteja yang juga ketua Forkomdes Buleleng mendapat surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Singaraja. Dia diminta memberi keterangan terkait dengan pengelolaan dana APBDes Dencarik pada tahun 2015 dan 2016 silam. Saat menjalani pemeriksaan, statusnya lantas ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka.

Setelah menjalani pemeriksaan Suteja langsung digelandang ke Lapas Singaraja untuk menjalani penahanan. Penahanan itu pun terbilang cepat dilakukan. Dari beberapa kasus sebelumnya, Kejari Singaraja biasanya baru akan melakukan penahanan menjelang pelimpahan kasus.

Nilai kerugian ditaksir sekitar  149 juta rupiah. Penyelewengan dana itu meliputi sejumlah kegiatan. Mulai dari lomba desa, bantuan sosial, maupun kegiatan lainnya.

Kasi Pidsus Kejari Singaraja, Indra Harvianto Saleh,SH tak memberikan penjelasan secara mendetail terkait kasus yang menjerat Suteja. Indra hanya menyampaikan bahwa kasus yang terkait dengan pengelolaan APBDes di Desa Dencarik.”Ini tentang pengelolaan APBD Desa tahun 2015 dan 2016. Kerugian nanti aja ya,”ungkapnya singkat

Sementara itu tersangka I Made Suteja, melalui kuasa hukumnya Indah Elsya menyatakan penahanan yang dilakukan kejaksaan terlalu dini. Dalam beberapa kali kasus korupsi, biasanya kejaksaan baru melakukan penahanan menjelang proses pelimpahan kasus. Atas kondisi tersebut, Indah menyatakan segera mengajukan penangguhan penahanan.”Saya akan upayakan penagguhan penahanan. Besok pagi saya akan ajukan mudah-mudahan bisa disetujui,”harapnya. (Wir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.