Home Buleleng Round Up Didesak Warga, Kelian Desa Adat Kubutambahan Nyatakan Kesiapan Gelar Paruman Agung

Didesak Warga, Kelian Desa Adat Kubutambahan Nyatakan Kesiapan Gelar Paruman Agung

130
0
SHARE

Kubutambahan, Kelian Desa Adat Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea menyatakan kesiapannya untuk menggelar paruman agung pada bulan Februari mendatang.

Krama desa adat Kubutambahan mendesak Kelian Desa Adat Jro Pasek Ketut Warkadea untuk segera menggelar paruman agung. Menurut awig-awig setempat, paruman agung mestinya dilakukan sekali dalam setahun, namun urung dilakukan. Hingga akhirnya, krama desa linggih, krama desa latan, dan krama desa sampingan mendesak untuk melakukan paruman agung pada Sabtu 09 Januari 2021. Menyikapi itu, koordinasi pun dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Kubutambahan pada Rabu 06 Januari 2021. Rapat koordinasi dihadiri Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Buleleng, Kelian Desa Adat Kubutambahan, Ketua Panitia Paruman sekaligus Ketua Krama Desa Linggih, Kapolsek Kubutambahan dan Kabag Ops Polres Buleleng.

Ditemui usai rapat, Kelian Desa Adat Kubutambahan Jro Pasek Ketut Warkadea menyatakan kesiapannya untuk mengadakan paruman agung. Namun satu hal yang diminta yaitu rapat dilaksanakan sehari setelah purnama kesanga yaitu Sabtu 27 Pebruari 2021. “Harus siap, nanti kita bicarakan lagi hal-hal yang perlu dibicarakan saat paruman agung. Karena disinlah komunikasi harus intens dilakukan. Kita semua harus merasakan bahwa Kubutambahan ini harus bersatu. Mari kita jaga soliditas dan komunikasi yang lebih intens untuk mencari solusi memecahkan masalah,” terangnya.

Ditempat yang sama Ketua Krama Desa Linggih Ketut Ngurah Mahkota pun mengabulkan permintaan Kelian Desa Adat Warkadea sehingga sepakat untuk melaksanakan paruman pada bulan Pebruari mendatang. “Tidak masalah, ini kan sudah jadi kesepakatan kami. Kalau Kelian Desa Adat sudah memberi waktu tanggal itu, kami juga akan ikuti dengan protokol kesehatan,”ungkapnya.

Sementara itu Camat Kubutambahan Made Suyasa mengatakan pada intinya koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi antara kewenangan di desa adat dan krama yang ada di dalamnya serta menjaga kondusifitas. Dengan demikian agenda rapat yang awalnya dijadwalkan pada Sabtu 9 Januari di tunda dan akan dilaksanakan pada 27 Pebruari 2021 di Pura Bale Agung Desa Kubutambahan. “Jadi paruman itu akan mengikuti desa kala patra. Kami akan selalu memantau kegiatan itu. Dan yang terakhir, bilamana dalam batas waktu yang ditentukan terjadi sesuatu hal diluar pikiran kita, itu akan dibicarakan kembali. Jadi ada kelunakan,”tutupnya.(ags/dpa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.