Home Buleleng Round Up Diancam Penjara Sepuluh Gepeng Melarikan Diri

Diancam Penjara Sepuluh Gepeng Melarikan Diri

88
0
SHARE

Paket Agung, Sebanyak sepuluh orang gelandangan dan pengemis, Gepeng yang diciduk oleh tim yustisi Kabupaten Buleleng melarikan diri dari Kantor Dinas Sosial Kabupaten Buleleng.

Peristiwa itu terjadi Senin (12/03) sekitar jam 03.00 wita dinihari. Konon mereka mendengar isu bahwa mereka akan dipenjara.

Salah seorang balita yang digendong ibunya ketika hendak difoto untuk keperluan registrasi gepeng di Buleleng menangis. Ibu yang mengaku bernama Luh Sutri dari Munti Gunung tersebut mengajak bayinya menggepeng karena tidak ada lagi pekerjaan lain di desanya. Iapun hanya terdiam saat ditanya siapa yang mengajaknya menggepeng ke Bumi Panji Sakti. Wanita empat puluh tahun ini lebih banyak diam saat ditanya bagaimana teman-temannya bisa memanjat tembok untuk bisa pulang ke daerah asalnya. Dia hanya mengangguk saat ditanya alasan temannya melarikan diri karena diancam akan dipenjara.

Kadis sosial Gede Komang menegaskan pihaknya telah melakukan registrasi terhadap para penggepeng di Buleleng. Bahkan Gede Komang yang sempat bertugas di Timor Leste ini sangat geram saat mendengar sepuluh orang gepeng dewasa melarikan diri dengan memanjat tembok Dinas Sosial kabupaten Buleleng. Dijelaskan bahwa berkat kesigapan tim yustisi, terdapat duapuluh dua gepeng yang diciduk dari pasar Anyar satu Singaraja. Mereka terdiri atas delapan orang laki-laki, dan empatbelas  orang perempuan. Tujuh diantaranya tergolong dewasa. Mereka berasal dari Pedahan dan Munti Gunung Karang Asem.”Dini hari sekita jam 3 mereka melarikan diri dengan cara memanjat tembok penyengker. Ini artinya mereka melakukan perlawanan. Kami sudah meregistrasi gepeng, jika nanti mereka kembali lagi akan dibawa pengadilan sekaligus dimasukkan dipenjara agar ada efek jera”, ungkapnya.

Kadis Sosial Gede Komang mengaku tidak menyita barang-barang yang mereka dapatkan dari hasil menggepeng. Hingga bulan ini pihaknya telah mengembalikan gepeng ke Karang Asem hingga tigakali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.