Home Buleleng Round Up Dewan Dorong RSUD Gratiskan Ambulance Jenasah

Dewan Dorong RSUD Gratiskan Ambulance Jenasah

37
0
SHARE

Kendran, DPRD Buleleng meminta kepaa manajemen RSUD Buleleng untuk membantu masyarakat melalui program ambulance jenasah gratis.

Harapan itu disampaikan ketua Komisi IV DPRD Buleleng Luh Hesti Ranitasari saat kunker di RSUD Buleleng Selasa (01/10). Dipaparkan dari hasil kunjungan didapatkan data kesulitan biaya oiperasional bagi para pengguna ambulance jenasah. Dari pengamatan di lapangan bahwa kebanyakan pengguna RSUD Buleleng pada kelas III tidak mampu membayar biaya ambulance saat memulangkan jenasah. Biaya tersebut dibebankan kepada RSUD Buleleng. Melihat kenyataan itu politisi Partai Demokrat ini akan mengupayakan pada penyusunan anggaran induk 2020 mendatang.

Sebelumnya anggota dewan Windrawati menyampaikan fakta lapangan saat warga masyarakat menggunakan mobil ambulance jenasah dengan biaya yang tidak terjangkau masyarakat miskin.

Dirut RSUD Buleleng dokter Gede Wiartana menjelaskan RSUD Buleleng  selama ini  mengoperasikan 2 buah mobil  ambulans jenazah, dan 4 mobil ambulans  untuk operasioanl rujukan. Persoalan yang muncul menurut Wiartana berupa biaya operasional yang tidak mampu dibayar oleh keluarga pasien, terutama saat mengangkut jenasah. Sebab disadari mereka kebanyakan merupakan keluarga tidak mampu yang menghuni Kelas III.  Biaya operasional pengangkutan bagi pasien yang gagal sembuh alias meninggal tidak ditanggung oleh BPJS. Wiartana berharap biaya operasional itu bisa ditanggung oleh APBD Buleleng.”Mungkin ini harus masuk APBD, saya usul seperti itu, jadi ambulan gratis dibayar pemerintah daerah. Kalau bisa ongkos tunggu juga begitu itu kalau memang benar-benar sayang dengan masyarakat. Bahkan di tempat lain untuk penguburan dibiayai pemerintah. Banyak jalan jika kita ingin membantu masyarakat, tinggal kita punya atau tidak uangnya,”ungkapnya.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.