Home Buleleng Round Up Desa Padang Bulia Gelar Pemelastian Manak Salah

Desa Padang Bulia Gelar Pemelastian Manak Salah

118
0
SHARE

Kampung Baru, Ribuan warga Desa Padang Bulia mengikuti ritual pemlastian Manak Salah (Kembar Buncing) ke Pura Segara Buleleng.

Upacara melasti yang dilakukan masyarakat Desa Padang Bulia Senin (-3/06) itu merupakan salah satu ritual desa ketika ada warga desa yang memiliki anak atau ketururan kembar buncing (laki-laki dan perempuan). Hal tersebut disebut dengan Manak Salah. Tradisi manak salah atau bayi lahir kembar buncing (laki-perempuan, Red) masih dijalankan oleh Desa Pakraman Padang Bulia, Kecamatan Sukasada. Seperti yang dilakoni pasutri I Gede Sadi Utama, 34 bersama istrinya Made Welianingsih, 30 asal Dusun Runuh Kubu, Desa Padang Bulia. Pasutri ini dikaruniai bayi kembar buncing yang terlahir pada Selasa (12/3) lalu di RS Karya Darma Usada. Kelahiran bayi kembar buncing secara caesar ini pun menjadi istimewa bagi krama Desa Padang Bulia. Sebab selama tiga kali tilem desa pakraman akan menjalani sebel desa. Itu berarti seluruh krama tidak diperkenankan melaksanakan upacara panca yadnya.

Ditemui di Pura Segara Buleleng Kelian Adat Desa Pakraman Padang Bulia Gusti Komang Suparta mengatakan, ritual ini wajib dilakukan bila ada warga yang melahirkan kembar buncing.”Manaksalah wajib dijalankan dan sudah turun temurun dilaksanakan ketika ada anak kembar buncing yang lahir,”ujarnya.

Kelian Adat Desa Pakraman Padang Bulia Gusti Komang Suparta menambahkan, ritula ini bertujuan sebagai upaya penyucian desa agar desa tetap stabil dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah melakukan pemelastian ke Pura Segara dilanjutkan melakukan upacara kembali di Pura Desa Pakraman Padang Bulia yang dinamai Pangenteg Widi Panyegjeg Negara Panglanduh Rat. Upacara tersebut dilakukan terhadap si bayi buah hati I Gede Sadi Utama (34) bersama istrinya Made Welianingsih (30) agar pengaruh-pengaruh buruk untuk si bayi. Sebelumnya si bayi telah mengikuti upacara pecaruan ditempat tapa brata (tempat diasingkan-red), dirumah orang tua si bayi serta merajan si bayi.(dyn/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.