Home Buleleng Round Up Cegah Kluster Baru, Satgas Covid Buleleng Dorong Rumah Sakit Bentuk Kebijakan Besuk...

Cegah Kluster Baru, Satgas Covid Buleleng Dorong Rumah Sakit Bentuk Kebijakan Besuk Pasien

40
0
SHARE

Banjar Tegal, Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng mendorong manajemen rumah sakit baik negeri maupun swasta untuk membentuk kebijakan baru perihal jenguk pasien covid di rumah sakit.

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng terus mendorong Dinas Kesehatan untuk melaksanakan evaluasi perihal kendala rumah sakit dalam menangani pasien covid-19. Selain mengapresiasi rumah sakit yang sudah bersedia menyiapkan ruang isolasi untuk pasien covid, Pihak satgas juga mendorong agar seluruh rumah sakit di Buleleng bergabung dalam grup WA sebagai tempat berbagi solusi penanganan pasien.

Namun jika ditinjau lebih dalam, Rumah Sakit seharusnya tidak hanya memikirkan penanggulangan, namun juga mencegah penyebaran melalui keluarga pasien. Untuk itu dibuat kebijakan untuk membatasi penjenguk maupun keluarga yang khusus mendampingi pasien. Seperti diungkapkan Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa. “Contohnya, penunggu dari pasien yang tidak mampu (memiliki penyakit stroke atau penyakit lain yang menyulitkan pasien untuk bertindak sendiri), bisa dibekali APD lengkap dan ini tidak boleh berganti-ganti. Ini akan berpeluang menjadi kluster keluarga. Kemudian teteap menerapkan protokol kesehatan dalam penanganan. SOP-nya sudah jelas untuk penanganan pasien yang diisolasi,”tuturnya.

Pihaknya juga menekankan agar rumah sakit memperketat prosedur untuk pasien covid-19 yang tidak bergejala. Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng menurut Suyasa telah memberikan opsi bagi pasien tanpa gejala untuk menjalani isolasi mandiri di rumah sakit atau hotel. “Ada juga yang gejala ringan diisolasi tapi kondisinya bagus. Itu tidak perlu penunggu karena masih bisa makan atau mandi sendiri. Takutnya penunggu malah tertular virus,”ucapnya.(ags/dpa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.