Home Buleleng Round Up Buleleng Belum Darurat Kekeringan, BPBD Rutin Salurkan Air Bersih

Buleleng Belum Darurat Kekeringan, BPBD Rutin Salurkan Air Bersih

27
0
SHARE

Pemaron, Kabupaten Buleleng belum mengalami darurat kekeringan, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng telah secara rutin menyalurkan air bersih ke beberapa desa yang membutuhkan.

Kabupaten Buleleng menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan tahun ini. Namun, kekeringan tersebut masih bisa diatasi sehingga wilayah Kabupaten Buleleng belum termasuk darurat kekeringan, meski demikian upaya penanganan telah dilakukan secar rutin dengan mengirimkan kebutuhan air bersih pada beberapa desa yang memerlukan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, Kamis pagi saat melepas bantuan air bersih di BPBD Buleleng mengakui tidak semua wilayah terdampak akibat kekeringan yang terjadi dan dalam upaya penanganan dilakukan pengiriman air ke beberapa wilayah menyesuaikan dengan permintaan yang ada, apalagi saat ini telah dibantu dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebuah LSM Kemanusiaan untuk penanganan masalah kebutuhan air bersih.

Sekretaris ACT Buleleng, Jian mengatakan, ACT melakukan kerjasama dengan pihak terkait didalam upaya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Kabupaten Buleleng, khususnya terhadap air bersih atau yang layak untuk dikonsumsi.”Kita akan menyalurkan air bersih ke beberapa desa yang terdampak kekeringan khususnya hari ini di sawan kurang lebih 3 tangki kita salurkan. Beberapa diantaranya krisis air bersih,”ungkapnya.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Buleleng telah melakukan distribusi air bersih sendiri selama-berbulan-bulan. Mulai dari masuk bulan kekeringan yaitu bulan Agustus. Rata-rata BPBD Buleleng mengirim tiga tangki ke desa yang terdampak kekeringan. Seperti wilayah Sari Mekar, Bukit Gambir di Desa Julah sudah dikirim bantuan air bersih. Ada pula desa yang tahun lalu minta bantuan air bersih namun tahun ini bisa mengatasi kekeringan yang terjadi.

Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak musim kemarau di wilayah Buleleng akan terjadi pada bulan November. Pada bulan ini biasanya sudah memasuki musim hujan. Namun, di daerah selatan seperti Tabanan dan Gianyar bahkan di daerah barat seperti Jembrana sudah mulai turun hujan.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.