Home Buleleng Round Up Bergulir Sejak 2013 PN Singaraja Eksekusi Tanah di Kelurahan Beratan

Bergulir Sejak 2013 PN Singaraja Eksekusi Tanah di Kelurahan Beratan

148
0
SHARE

Kaliuntu, Pengadilan Negeri Singaraja Kamis (13/02) melakukan eksekusi sebidang lahan yang selama ini menjadi obyek sengketa.

Sengketa ini berawal ketika pihak penggugat masing-masing Gede Wisana (62), Putu Yoni (73) dan Ketut Wahyu Kameswara (41) menggugat Nyoman Untung Wirawan (73) dan Ketut Rukma (55). Selama ini pihak tergugat  menguasai tanah seluas 44 are di Kelurahan Beratan. Setelah berproses pada sidang di Pengadailan Negeri Singaraja hingga ke mahkamah Agung RI pihak penggugat dinyatakan berhak atas lahan yang berlokasi di kelurahan Beratan tersebut. Dengan demikian Panitera PN Singaraja melakukan eksekusi terhadap lahan tersebut dibantu aparat kepolisian dan TNI. Tampak terlihat kapolsek kota Singaraja, Gusti Ngurah Yudistira.

Panitera PN Singaraja I Dewa Made Agung Hartawan pada lokasi sengketa membaca berita acara eksekusi. Tidak ada perlawanan dari pihak Nyoman Untung Wirawan dan Ketut Rukma yang diwakili kuasa hukumnya Arief Ramadhan. Proses eksekusi juga diwarnai dengan pembukaan pintu secara paksa, karena pintu menuju kebun dalam posisi terkunci.

Panitera PN Singaraja I Dewa Made Agung Hartawan mengatakan, eksekusi dilaksanakan sesuai perintah Ketua PN Singaraja sebagaimana  surat penetapan atas  penguasaan tanah ini kepada pemhon eksekusi.

Kuasa hukum termohon eksekusi Arief Ramadhan dari Firma Hukum Ertiga mengatakan pihaknya merasa keberatan atas eksekusi yang dilakukan oleh Penagdilan negeri Singaraja. Pasalnya dia mengaku belum menrima salinan putusan dimaksud. Selain itu proses pidana soal pemberian keterangan palsu juga sedang bergulir di kepolisian.

Kuasa hukum penggugat, Yulius Logo mengatakan, eksekusi ini sesuai mekenisme dan pedoman eksekusi. “Setelah kita mengajukan eksekusi ini, termohon eksekusi mengajukan perlawan. Sesuai dengan pedoman Mahkamah Agung apabila ada pihak mengajukan perlawanan supaya ditunda sampai ada putusan terhadap perlawanan itu, Bulan Desember perlawanan itu ditolak oleh Mahkamah Agung kemudian kita mengajukan eksekusi lagi,”tuturnya.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.