Home Buleleng Round Up Bappem Perda Prioritaskan Pembahasan Ranperda Disabilitas

Bappem Perda Prioritaskan Pembahasan Ranperda Disabilitas

47
0
SHARE

Paket Agung, Badan pembentukan , Bapem Perda menyatakan bahwa ranperda Disabilitas merupakan prioriritas dalam pembahasan empat ranperda yang diusulkan eksekutif.

Penegasan itu disampakan ketua bapem Perda DPRD Buleleng Gede Suradnya di DPRD Buleleng Selasa (09/10). Menurutnya pembahasan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, sudah bisa ketok palu menjadi perda pada masa sidang III tahun ini. Alasan bapem perda memprioritaskan pembahasan ranperda tersebut mengingat selama ini tidak sedikit warga disabilitas belum mendapatkan hak-hak sebagaimana kebutuhan mereka. Politisi Partai Gerindra ini mencontohkan pemenuhan akses untuk menyeberang jalan bagi tuna netra maupun tuna daksa yang menggunakan kursi roda. Belum lagi akses menuju gedung kantor, fasilitas olahraga, tempat rekreasi, dan tempat ibadah. Hal ini tak lepas dari belum adanya payung hukum bagi eksekutif untuk memberikan pelayanan bagi warga disabilitas. Sebagai bentuk keseriusan Bapem Perda DPRD Buleleng sudah membentu panitia Khusus, pansus I yang diketuai oleh Nyoman Gede Wandira Adi.”Yang diprioritaskan adalah perda yang baru kita bahas tetapi yang 2 perda adalah perubahan yang kita prioritaskan ranperda disabilitas karena itu yang sekarang diperlukan oleh masyarakat. Sebelum melakukan tugas-tugas kan ada payung hukumnya, makanya dibuatkanlah payung hukum”,ujarnya.

Sebelumnya eksekutif mengajukan empat ranperda  yang disampaikan melalui sidang paripurna nota pengantar empat ranperda. Keempat ranperda itu maisng-maisng Ranperda tentang perubahan terhadap Perda 10 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, dan perubahan terhadap Perda 24 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.Ranperda Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Serta ranperda APBD Tahun Anggaran 2019.(ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.