Home Buleleng Round Up Aset Pemprov Masuk Lahan Sengketa, PTUN Turun Kelapangan

Aset Pemprov Masuk Lahan Sengketa, PTUN Turun Kelapangan

50
0
SHARE

Bungkulan, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar meninjau kelapangan terkait lahan Puskeswan milik pemprov Bali di Desa Bungkulan yang masuk kedalam lahan sengketa.

Polemik sengketa lahan lapangan sepakbola dan Puskesmas Pembantu I  di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan   yang disertifikatkan atas nama Kusuma Ardana sejak tahun 2013 mendapat perhatian dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar didampingi kuasa hukum Gubernur Bali yang turun langsung kelapangan meninjau pengukuran terhadap lahan Puskeswan milik pemrov Bali yang masuk kedalam sengketa lahan, Kamis 15 Oktober 2020.

Hakim PTUN Denpasar Rachman Hakim Budi Sulistyo,SH.,M.Kn mengungkapkan, pihaknya turun langsung kelapangan meninjau pengukuran sebagi upaya untuk mencari kebenaran data dilapangan.”Ini bukan eksekusi namun hanya pengukuran saja untuk mencari kebenaran materiil,”terangnya.

Kuasa hukum Gubernur Bali Agung Herwanto mengungkapkan, pihak pemrov bersama PTUN turun kelapangan melakukan pengukuran terhadap lahan puskeswan milik pemprov Bali yang masuk kedalam lahan sengketa.”Karena yang di claim itu adalah keseluruhan yaitu 8 are, kemudian dilokasi di dalam ada sertifikat pemprov Bali, sebagai bangunan pusat kesehatan yang dimanfaatkan  untuk dinas perternakan kabupaten Buleleng,”ujarnya.

Lebih lanjut Agung Herwanto menambahkan, pihak pemrov masuk karena memiliki kepentingan dalam mempertahankan aset negara yang selama ini penggunaanya dipinjam pakai oleh pemerintah Kabupaten Buleleng.”Makanya kita masuk karena kita berkepentingan untuk mempertahankan asset dari pemerintah ini yang sudah memiliki sertifikat, dan ini dipinjam pakai oleh kabupaten Buleleng dimanfaatkan untuk penyelengaraan pemerintahan daerah,”ungkapnya.(eta/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.