Home Artikel Kesehatan Antibiotika Obat Yang Mujarab Dan Ampuh?

Antibiotika Obat Yang Mujarab Dan Ampuh?

901
0
SHARE

Antibiotika pernah dianggap sebagai obat yang mujarab dan ampuh untuk menyembuhkan segala penyakit. Meskipun anggapan tersebut mulai memudar, nyatanya penggunaan antibiotic yang tidak tepat sasaran masih banyak yang terjadi di sekeliling kita.

Antibiotika
Image by umanitoba.ca

Masih banyak tenaga medis yang meresepkan antibiotic untuk penyakit-penyakit yang sesungguhnya tidak memerlukan antibiotika.

Penelitian WHO tahun 2005 menemukan bahwa 50% resep di fasilitas-fasilitas kesehatan primer dan rumah sakit di Indonesia ternyata mengandung antibiotika. Tahun ini kemudian diperkuat oleh Survey Nasional Depkes tahun 2008 yang menyatakan bahwa antibiotika banyak diresepkan untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti diare akut dan flu. 

Dan, yang lebih fatal, hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2013 lalu yang menyatakan fakta bahwa 86,1% masyarakat ternyata menyimpan antibiotika di rumah tanpa resep dokter

Untuk menghindari melemahnya manfaat antibiotika dan meluasnya resistensi atau kekebalan terhadap antimikroba, termasuk antibiotika, Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) tahun lalu mencanangkan Pekan Peduli Antibiotika Sedunia yang berlangsung pada tanggal 16 -22 November 2015. 

Melalui Kampanye beslogan “Antibiotics : Handle with Care” , WHO mengajak masyarakat untuk memanfaatkan antibiotika dengan cara yang tepat. Jika tidak tepat, resistensi atau daya tahan bakteri terhadap antibiotika akan menjadi permasalahan yang sangat serius dan menjadi tantangan terbesar di dalam dunia kesehatan nantinya.

Resistensi bakteri ini akan menyebabkan penurunan kemampuan antibiotika dalam hal mengobati infeksi. Akibatnya penyakit-penyakit, seperti radang paru dan tuberculosis akan menjadi lebih sulit dan mahal untuk disembuhkan.

Mulai menganggap antibiotika sebagai bukan obat yang”mujarab”, mungkin merupakan awal dari kepedulian kita terhadap perkembangan dalam dunia kesehatan.
Menurut Dr. Anis Karuniawati, Ph. D, Sp. MK(K) sekretaris Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba ( KPRA )yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan RI tahun 2014 lalu, penggunaanantibiotika yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah, diantaranya
  • ·         Toksisitas, yakni kerusakan ginjal dan atau kerusakan hati,
  • ·        Interkasi dengan obat lain, yakni bisa mempengaruhi atau dipengaruhi efek obat lain
  • ·        Reaksi Hipersensitivitas, reaksi anafilaksis, sindroma Steven-Johnson dll
  • ·         Gangguan Kehamilan dan Janin, pewarnaan gigi, adanya gangguan hati pada wanita   hamil
  • ·   Resistensi Antibiotik, munculnya superbugs, yaitu bakteri yang kebal terhadap    antibiotika

Semoga artikel ini bermanfaat..

ssource : parenting.co.id/antibiotika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.