Home Buleleng Round Up 322 Orang Di Buleleng Dalam Pemantauan Covid 19

322 Orang Di Buleleng Dalam Pemantauan Covid 19

179
0
SHARE

Banjar Tegal, Selain 4 orang yang telah dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Covid 19 Kabupaten Buleleng juga merelease 322 masyarakat Buleleng dalam pemantauan berkaitan dengan penyebaran virus corona.

Berdasarkan catatan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Covid 19 Kabupaten Buleleng hingga Minggu, 22 Maret 2020, sebanyak 322 orang dinyatakan dalam pemantauan berkaitan dengan penyebaran virus corona, diantaranya 62 berstatus sebagai ODP atau Orang Dalam Pemantauan serta 260 orang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Covid 19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa yang juga Sekda Kabupaten Buleleng dalam keterangan pers-nya di Lobby Athiti Wisma Kantor Bupati Buleleng memaparkan, seluruh warga yang berkaitan dengan virus corona telah mendapat penanganan sesuai dengan protap yang ditetapkan termasuk menyiapkan tenaga medis secara optimal. “Tenaga medis sudah siap, SK-nya sudah dibuatkan ASN ada 23 di RSUD, 43 di RSP Giri Emas, dari dokter spesialis, dokter umum, hingga kepala direktur rumah sakit. Mereka terus diberikan penguatan agar siap,”ujarnya.

Ketua Gugus Tugas Virus Corona Gede Suyasa menegaskan, hingga saat ini belum mengetahui hasil laboratorium yang diambil dari 4 orang berstatus PDP, sebab Gugus Tugas di Kabupaten tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan yang dilakukan di Jakarta. “Mohon maaf tadi saya koordinasi dengan ketua satgas provinsi Bali kalau ketua gugus tugas kabupaten tidak mendapat hasil lab dari balitbangkes, yang ada hasil lab langsung diberikan ke kepala dinas kesehatan provinsi bali. Kalau secara protap yang bisa menyampaikan hasil lab adalah gugus tugas provinsi bali. Ditingkat kabupaten tidak diperkenankan menyampaikan hasil laboratorium karena memang dari pusat tidak ada tembusan kepada gugus tugas,”terangnya.

Dikonfirmasi berkaitan dengan menyebarnya data pasien asal Buleleng melalui sejumlah Media Sosial dibantah Ketua Gugus Tugas Virus Corona Gede Suyasa, bahkan ditegaskan Gugus Tugas di Buleleng tidak pernah mengeluarkan hasil pemeriksaan laboratorium berkaitan dengan virus corona. “Sepanjang tidak ada yang menandatangani lembaga yang berwenang saya anggap tidak benar. Saya sudah perintahkan Dirut RSUD dan Diskes agar hati-hati agar tidak ada data yang keluar. Yang bisa mengeluarkan hanya satu yaitu Ketua Gugus Tugas Kabupaten,” ungkapnya.

Dari penyebaran data pada media sosial itu sangat jelas menyebutkan identitas kelima orang yang tercatat sebagai pasien termasuk kronologis dalam perjalanan yang dilakukan, bahkan laporan yang diduga berasa dari salah satu lembaga kesehatan itu juga mengungkapkan dampak virus corona yang diduga terkena pada keluarganya, termasuk dalam data tersebut juga menyebutkan satu orang yang PDP hasil laboratoriumnya positif.(tha/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.