Home Buleleng Round Up 19 Atma Papa Diikutkan Ngaben Massal Desa Pakraman Buleleng

19 Atma Papa Diikutkan Ngaben Massal Desa Pakraman Buleleng

105
0
SHARE

Kendran, Pengabenan massal yang digelar desa adat Pakraman Buleleng akan kembali mengikutkan peserta yang nggak jelas asal usulnya atau atma papa.

Hingga penutupan pendaftaran Minggu (12/05) sebanyak  113 peserta. Dari jumlah tersebut 19 diantaranya merupakan atma papa “titipan” dari dinas sosial. Kelian desa Pakraman Buleleng Nyoman Sutrisna didampingi ketum panitia Jro Dalang Nyoman Rugada Senin (13/05) menjelaskan jumlah peserta  ngaben sebanyak 113. Jumlah sebanyak itu terdiri atas 107 Sawa, 60 diantaranya peserta laki-laki dan   53 orang perempuan. Sedangkan ngelungah diikuti 6 peserta dan  ngerapuh diikuti  73 peserta. Untuk atma papa yang merupakan titipan dari Dinas Sosial sejak tahun 2012 lalu terdiri atas 13 orok dan bayi dan 6 mayat dewasa.

Dipaparkan mengapa desa pakraman Buleleng mengikutsertakan atma papa mengingat orok dan mayat tersebut dikubur di Setra Adat Buleleng. Hal ini sejalan dengan visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali yakni atma kerthi. Ditanya soal pembiayaan atma papa tersebut Kelian Pakraman Sutrisna mengaku ditanggung oleh desa adat Buleleng. “Selama kurun waktu 2012-2019 kami ketahui bahwa setiap ada mayat atau orok yang nggak jelas asal usulnya diupacarakan di setra desa adat Buleleng,”bebernya. Untuk itu ia melayangkan surat kepada Dinas sosial dan mendapat respon dengan memberikan data jumlah orok dan mayat yang diupacarakan di setra desa adat Buleleng. Tapi karena tidak dianggarkan pada DIPA maka dinas sosial tidak bisa membayar sesuai ketentuan biaya pengabenan dimaksud.

Kelian pakraman Buleleng Nyoman Sutrisna menambahkan biaya pengabenan massal yang kedua disubsidi oleh desa Pakraman sebesar limapuluh persen. Adapun biaya yang dikenakan kepada para peserta setelah disubsidi meliputi ngaben 1.750.000, ngelungah 350.000, ngerapuh 350.000 dan nyekah 650.000.

Adapun pemuput ngaben massal untuk yang kedua kalinya tanggal 22 Juni masing- masing Ida Ratu Pedanda Mas dari Keluraha Liligundi .Ida Nabe Sri Begawan Yoga Wiswa Dwija Putra dari Kelurahan Paket Agung, Ida Pandita Empu Dharma Jaya Nanda Kusuma dari Kelurahan Banjar Tegal dan Jro Mangku Dalem Ds Pakraman Buleleng ,Dharma Tanaya. Diakuinya bahwa rencana pemuput Ida Ratu Pedanda Dwipasandi dari Kelurahan Liligundi batal karena ada kesibukan lain.(tut/ags)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.